Rokok,kopi dan rindu

Dan diantara hamparan ilalang,
Kau memandangku penuh arti,
Berharap ruang di antara jemarimu dapat terisi sebuah temu.

“Genggamlah jemariku”, katamu.

Tapi nyatanya aku seperti langit sore kala itu, dan kau adalah sepasang mata yang setia menunggu warna sore, sambil menebak apakah abu-abu atau menguning seperti biasanya.

Kita adalah jarak yang tidak bisa lagi dipangkas.

Menua.

Menua kepenghujung pemikiran yang akan tiba, pada masa tiap diri manusia.

Kesekian kalinya mata tertipu pada wujud raga. Fenomena keladi tua dilayar kaca, produksi gulat debat saling hujat tak kunjung reda. Tak sedikit sekitar diri bagai tempat bermain jenaka. Layaknya hampa pada isi bejana.

Tersirat tujuan muda kasat penuh hasrat, bergulat pada identitas hingga telinga tersumbat. Gegabah tentukan teman menua. Melihat pada raga, terkejutkan pada masa yang pastilah menua. Sebuah fase kedangkalan yang berujung pada fenomena dunia. Era rasa tak lagi bermakna, yang terpedaya pada visual dunia.

Tersadar diri lahir dari wujud yang menua, tanpa memilih dari yang mana. Apakah itu cuma-cuma atau konspirasi sekelas pencipta? Kejahilan pemikiran pada fase manusia, yang memutuskan pada sebuah tanda tanya. Sedang nyatanya kita mengikuti saja, sayang tak lekas menyadarinya.

Tak lama raga kan menua, entah siapa yang dulu kembali kesana. Seberapa lama kesempatan sukma bertahan pada raga, tuntaskan visi misi dunia. Hingga bertemu pada sebuah pertanggungjawaban fana. Sesampainya disana, berbekal hanya sebuah tanda tanya, semoga tak kan ada yang mengalami hal bodoh serupa.~

Serikat pengerat

Main sikat tak peduli yang sekarat. Gerogoti nalar manusiawi hasrat duniawi. Berserikat hilangkan rasa malu tak peduli hati berkarat. Main embat, tak peduli yang sekarat. Jargon menusuki rindangnya pohon jalanan hingga melekat. Mendadak negeri sesak haus jati diri bersyarat. Yang penting semua terpikat. Berserikat, jelas biar tak terjerat. Hukum dijadikan mainan ilusi moderat. Selagi bau harum kuasa menyengat. Sesiapapun kan menjadi kuat. Memang jalannya sudah sesat, memang dasar serikat pengerat.

Sedaragillang. Senin, 25 maret 2018